وَإِزَا سَأَلَكَ عِبَدِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيْبٌ أُجِيْبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِزَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيْبُوا لِى
وَالْيُوءْمِنُوا بِي لَعَلَّهُم يَرْشُدُونَ
Artinya: "Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi segala perintah-Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran." (Qs.al-Baqarah : 186)
Dalam hadits yang bersumber dari Nu'man bin Basyir ra. dari Nabi Saw, berkata : Sesungguhnya doa itu adalah ibadah, kemudian beliau membaca ayat (al-Mu'min : 60), "Dan Tuhan-mu berkata, berdoalah kepada-Ku pasti Aku terima". (Hr.Imam Turmudzi dan lainnya)
Imam Thabrani mengeluarkan hadits (marfu) "Siapa yang memanjatkan doa pasti diterima, karena Allah Ta'ala berfirman : berdoalah kalian kepada-Ku pasti Aku terima". dalam hadits lain "Tidaklah Allah membuka pintu doa di sertai pula menutup pintu penerimaan."
Namun demikian siapa pun yang memanjatkan doa sepatutnya mengedepankan etika berdoa sebagaimana keterangan di bawah ini.
- Khusyu' dan penuh harap.
- Mantap dalam memohon dan berdoa. (tidak ragu-ragu)
- Terus-menerus (merengek) dalam berdoa.
Dalam mustadrak Imam hakim ada sebuah hadits yang bersumber dari Anas ra. (hadits marfu) 'janganlah kalian merasa lemah berdoa karena seseorang tidak akan binasa bersama doanya". dalam hadits lain "Siapa yang tidak memohon kepada Allah maka Dia murka kepadanya" (Hr.Ibnu Majah) juga dalam atsar (perkataan sahabat) "Sungguh seorang hamba manakala berdoa kepada Tuhannya dan Allah cinta kepadanya maka Dia berkata, "Wahai Jibril jangan kau tergesa-gesa menunaikan hajat hamba-Ku ini karena Aku suka mendengar suaranya".
- Tidak tergesa-gesa meninggalkan doa.
- Rizqi yang halal
Disamping etika di atas perlu kiranya bagi yang berdoa memahami hakikat doa yang di panjatkan agar tidak kecewa karena doanya, yaitu :
- Allah terima doanya atau
- Allah ganti kepada sesuatu yang lebih baik dengan mengalihkan kejahatan atau keburukan yang akan menimpanya atau
- Allah simpan sebagai investasi akhirat atau
- Allah akan mengampuni dosanya, sebagaimana keterangan beberapa hadits di bawah ini :
"Tidaklah seorang muslim berdoa dengan suatu doa yang tidak mengandung dosa dan ungkapan memutus silaturahmi melainkan Allah memberikan dengan doanya tersebut salah satu dari tiga hal :
- Allah segerakan permohonan doanya (didunia)
- Allah akan menyimpannya di akherat
- Allah akan menahan keburukan
Dalam redaksi hikmah Ibnu 'Athaillah, "Jangan karena keterlambatan pemberian Allah padahal kamu telah bersungguh-sungguh dan merengek berdoa menyebabkan kamu jadi frustasi, Dia pasti mengabulkan doamu dengan catatan :
- Pada waktu yang Dia (Tuhan) pilih bukan pada waktu yang engkau pilih
- Pada sesuatu yang Dia pilih bukan pada sesuatu yang engkau pilih. Lihat Al-Hikam
Lantas apa saja yang menyebabkan doa kita tidak di kabulkan Allah baca juga http://maknaibadah.blogspot.co.id/2015/07/sepuluh-faktor-penyebab-doa-tidak-di.html
Semoga bermanfaat.

Komentar
Posting Komentar