Langsung ke konten utama

Keunggulan Sholat berjama'ah

Empat Imam mazhab sepakat bahwa sholat berjama'ah disyariatkan. sholat tersebut wajib di tampakkan dalam kehidupan bermasyarakat. oleh karena itu jika semua anggota masyarakat dalam suatu tempat meninggalkan sholat berjama'ah, hendaknya mereka di perangi.

Para imam mazhab pun sepakat bahwa jumlah minimal anggota jama'ah sholat fardhu, selain sholat jum'at, adalah dua orang, yaitu seorang imam dan seorang makmum yang berdiri di sebelah kanan imam. namun menurut imam Hambali : jika makmum hanya seorang dan berdiri di sebelah kiri imam, maka sholatnya batal.

dari keterangan di atas jelaslah sudah bahwa sholat berjama'ah hukumnya fardhu kifayah. jika suatu kampung dimana mereka meninggalkan sholat berjama'ah semuanya, dalam artian penduduk kampung tersebut tidak ada yang sholat berjama'ah, maka penduduk kampung tersebut dosa semua. ini menurut pendapat Imam Syafi'i inilah pendapat yang paling kuat. namun dikalangan para ulama mazhab berbeda pendapat tentang sholat fardhu berjama'ah selain hari jum'at, apakah hukumnya wajib...?

Imam Syafi'i mengatakan seperti yang saya katakan di atas beliau berpendapat "Sholat berjama'ah adalah fardhu kifayah. inilah pendapat yang paling shohih. pendapat ini juga merupakan pendapat yang paling shohih menurut ulama muhaqqiq pengikut Imam Syafi'i ada yang berpendapat bahwa berjama'ah adalah sunah, pendapat ini termasyur dikalangan ulama syafi'i, ada juga yang berpendapat berjama'ah adalah fardhu ain.

Sedangkan para imam lain seperti Imam malik beliau berpendapat : 'sholat berjama'ah hukumnya adalah sunah. Imam Hanafi berpendapat : 'sholat berjama'ah adalah fardhu kifayah, namun sebagian ulama pengikut hanafi berpendapat : "sholat berjama'ah adalah sunah. adapun pendapat Imam Hambali : 'sholat berjama'ah adalah hukumnya wajib ain. tetapi bukan syarat sah nya sholat, oleh karena itu apabila seseorang sholat sendirian, padahal ia sanggup berjama'ah, ia berdosa tetapi sholatnya tetap sah. 

Adapun Keunggulan sholat berjama'ah diantaranya Hadist yang diriwayatkan dari Abu Hurairah ra beliau berkata : Kekasihku yaitu Rosulullah saw telah berwasiat keapadaku : 

يَااَباَ هُرَيْرَةَ صَلِّ مَعَ الْجَمَاعَةِ وَلَوْكُنْتَ جَالِسًا فَاِنَّ اللَّهَ يُعْطِيْكَ بِكُلِّ صَلَآةٍ ثَوَبَ خَمْسٍ وَعِشْرِيْنَ فِى غَيْرِالْجَمَاعَةِ

Artinya : "Hai Abu Hurairah, sholatlah dengan berjama'ah sekalipun engkau (lakukan) dengan duduk. karena Allah memberikan kepadamu setiap satu sholat berpahala dua puluh lima sholat yang di lakukan tanpa berjama'ah".

Demikian sebagaimana disebutkan dalam kitab Riyadhus sholihin.

Dalam hadits lain di katakan bahwa Nabi saw bersabda :

صَلَآةُالْجَماَعَةِ تَفْضُلُ صَلَآةَ الْفَزِّ بِسَبْعٍ وَعِشْرِينَ دَرَجَةً

Artinya : "sholat berjama'ah adalah lebih utama dari pada sholat sendirian dengan pahala yang berlipat dua puluh tujuh derajat".

Hadist tersebut diriwayatkan oleh Malik, Ahmad, Bukhori Muslim, Turmudzi, Ibnu Majah, dan Nasai dari Ibnu Umar bin Al-Khathab ra.

Begitu istimewanya sholat yang dilakukan dengan berjama'ah di masjid atau di musholla, terlebih utama sholat subuh di hari jum'at yang di lakukan dengan berjama'ah, sebagaimana yang disebutkan dalam hadits yang di riwayatkan oleh Abu Nu'aim dan Thabrani dari Ibnu Umar ra. bahwasannya Nabi saw bersabda :

اَفْضَلُ صَلَآةِ عِنْدَ اللَّهِ تَعاَلىَ صَلَآةُ الصُّبْحِ يَوْمَ الْقِيَمَةِ فِى جَماَعَةٍ
  
Artinya : "Sholat yang paling utama menurut Allah Ta'ala adalah sholat subuh di hari jum'at dengan berjama'ah"

Jama'ah-jama'ah sholat di kokohkan setelah sholat subuh di hari jum'at kemudian sholat subuh berjama'ah di lain hari jum'at, kemudian sholat dzuhur, ashar, magrib. bahwasannya mengutamakan jama'ah sholat subuh lalu sholat isya karena keduanya lebih berat di lakukan.

مَنْ اَدْرَكَ الْجَماَعَةِ اَرْبَعِيْنَ يَوْماً كَتَبَ اللَّهُ لَهُ بَرَاءَةً مِنَ النَّارِ وَبَرَاءَةً مِنَ النِّفَاقِ

Artinya : "Siapa yang mendapatkan sholat berjama'ah selama empat puluh hari, maka Allah Ta'ala menetapkan baginya terbebas dari api neraka dan terbebas dari sifat munafik".

Ibnu Hajar berkata dalam Fathul Jawad : "Disunahkan memelihara sholat berjama'ah dengan mendapatkan takbiratul ikhromnya imam. berdasarkan khabar munqathi yaitu ada yang gugur seorang perawinya sebelum sahabat : "Siapa sholat empat puluh hari dengan berjama'ah mendapatkan takbir pertama, maka di tetapkan baginya yaitu, terbebas dari neraka dan terbebas dari sifat munafik.

Sholat subuh dan ashar juga di namakan sholat bardain artinya dua kesejukan. keduanya dinamakan bardain karena kedua sholat itu di lakukan pada kesejukan siang di ujung sore udara terasa dingin dan menjelang pagi masih terasa dingin. 

Disamping itu sholat berjama'ah merupakan rahmat maksudnya adalah membiasakan berjama'ah  kaum muslimin dapat menyampaikan atau menyebabkan mendapatkan rahmat dan lebih utama dari pada dunia dan seisinya. seperti yang di sebutkan dalam hadits Nabi saw :

 صَلَآةُ الْجَمَا عَةِ رَحْمَةٌ وَهِيَ خَيْرٌ مِنَ الدُّنْياَ وَمَا فِيْهاَ وَلْجَمَا عَةُ رَحْمَةٌ وَالْفُرْ قَةُ عَزَابٌ

Artinya : "Sholat berjama'ah itu adalah rahmat, yaitu lebih utama dari pada dunia dan seisinya. berjama'ah itu rahmat dan perpecahan adalah siksaan".

Perpecahan adalah siksaan maksudnya adalah hawa perselisihan dan perpecahan antara sesama muslim serta mengisolir dari mereka menyebabkan timbulnya siksaan.




Sumber : Fiqih Empat Mazhab-Tanqihul Qaul Karangan Al-Hafidh Jalaluddin Abdurahman bin Abi Bakar As Suyuthi.




  




 

  


Komentar

Popular Post

Fiqih Berda'wah

Berhenti berda'wah karena merasa tak pede demi melihat sanak family yang selalu kontraproduktif dengan nilai-nilai da'wahnya adalah sebuah realitas yang tidak realistis dan tidak logis bahkan jauh dari tuntunan da'wah. Al-Qur'an bukan kitab sejarah tapi banyak menceritakan sejarah Nabi yang berda'wah mengajak kaumnya. rintangan dan perlawanan keras malah kadang keluar dari sanak famili mereka sendiri. Nabi Luth as berda'wah mengajak kaumnya. untuk meninggalkan perbuatan keji homosex dan lesbian, tapi sang istri malah menjadi pembangkang utamanya. Namun demikian dia tetap berda'wah menyadrkan kaumnya.  Nabi Ibrhim as berda'wah mentauhidkan kaumnya dari penyembahan berhala-berhala, tapi sang bapak malah asyik menjajakan tuhan-tuhan buatanya di pasar. Diapun tetap berda'wah mengajarkan nilai-nilai Tauhid. Nabi Nuh as. berda'wah menyadarkan kaumnya untuk tidak terus-menerus membangkang perintah Allah, tapi sang anak malah tidak mau mengi...